History Of PHP


PHP (Personal Hone Page tools) adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Maksud dari server-side scripting adalah sintaks dan perintah-perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server lalu hasilnya akan ditampilkan pada dokumen HTML client.

Keunggulan server-side:
1. Tidak diperlukan kompatibilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu
2. Hasil dari server di kirim ke browser umumnya bersifat teks atau gambar saja sehingga pasti dikenal oleh browser apapun.
3. Bisa memanfaatkan sumber aplikasi yang dimiliki server, misal koneksi ke database.
4. Skrip tidak dapat di "intip" dengan fasilitas view HTML source.

Perkembangan PHP dari masa ke masa
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 dengan nama awal PHP/FI, yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web dan bersifat open source.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang dan merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. Versi ini banyak dipakai karena kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Sampai tahun 2010 ini PHP sudah sampai pada versi 5.3.2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di www.php.net.

Kelebihan PHP:
1. Dapat melakukan semua aplikasi program CGI (mengambil nilai form, menghasilkan halaman web dinamis, mengirim dan menerima cookie).
2. Dapat berkomunikasi dengan layanan yang menggunakan protokol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dll.
3. Dapat melakukan koneksi dengan berbagai macam database.

Database yang didukung PHP yaitu:
Adabas D, InterBase, PostgreSQL dBase, FrontBase, Solid, Empress, mSQL, Sybase, FilePro(read-only), Direct MS-SQL, Velocis, IBM DB2, MySQL, Unix dbm, Informix, Ingres, Oracle (OC17 dan OC18), Semua database yang mempunyai provider ODBC.


2 Comment:

Sembunyi said...

Thx reviewnya gan....

Latest Ipod said...

HTML aja belum kelar gan...
Mau naik ke PHP masih takut nih....
T.T

Post a Comment